Minggu, 29 Maret 2015

Perspektif Dalam Teori Komunikasi



PERSPEKTIF DALAM TEORI KOMUNIKASI

O
l
e
h

Kelompok II :
1.        Massalwa Sitompul                8146121024
2.        Rossy Luckita Sasmita           8146121035
3.        Yanti Lestari Simanjuntak    8146121041


logo pasca.jpg
Program Studi
Teknologi Pendidikan
Tahun 2014



KATA PENGANTAR




            Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul PERSPEKTIF DALAM TEORI KOMUNIKASI ”.
            Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Komunikasi dalam Pendidikan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, namun kami sudah berusaha mengerjakannya dengan baik. Untuk itu kami menerima dengan senang hati saran, kritik dan masukan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.







                                                                                                Medan,    November 2014

                                                                                                            Penyusun,










DAFTAR ISI


Kata Pengantar ......................................................................................................                i          
Daftar Isi…………………………………………………………………………                 ii

BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah……………………………………………….. 1         
B.     Rumusan Masalah……………………………………………………… 1
C.     Tujuan Pembahasan …………………………………………………… 1
D.     Manfaat Pembahasan …………………………………………………..            1

BAB II PEMBAHASAN
1.      Pengertian Penelitian Eksperimental …………………………………..             3
2.      Tujuan Penelitian Eksperimen………………………………………….            3
3.      Variabel Penelitian Eksperimental……………………………………...            4
4.      Karakteristik Penelitian Eksperimental…………………………………            5
5.      Validitas Penelitian Eksperimental……………………………………..            6
6.      Syarat - Syarat Penelitian Eksperimental……………………………….            8
7.      Proses Penelitian Eksperimental………………………………………..            8
8.      Bentuk - Bentuk Desain Penelitian Eksperimen………………………..           9
9.      Kelemahan dan Kelebihan Penelitian Eksperimental…………………..           13


BAB III PENUTUP
A.     Simpulan ……………………………………………………………..    14
B.     Saran ………………………………………………………………….... 14

DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Banyak orang di berbagai belahan dunia yang berbicara mengenai komunikasi sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan proses ‘berkomunikasi’ itu sendiri. Sesuatu yang sangat sederhana memang, namun sering kali diabaikan oleh kita. Komunikasi sebagai kegiatan yang dilakukan berulang-ulang apabila kita coba untuk pahami secara sistematis ternyata akan menjadi sangat rumit. Komunikasi bukan sekedar proses penyampaian pesan antar satu individu ke individu lain ataupun dari individu terhadap orang banyak maupun sebaliknya. Menurut Littlejohn & Foss, komunikasi memiliki peranan yang amat penting karena berhubungan dengan semua aspek kehidupan manusia
Mengetahui definisi komunikasi, dengan contoh kasusnya yang sederhana dalam pemahamannya merupakan komunikasi dalam proses pertumbuhannya merupakan studi retorika dan jurnalistik yang banyak berkaitan dengan pembentukan pendapat umum (opini public), dimana isu-isu filsafat dalam ontology, epistemology dan aksiologi dalam pengembangan ilmu komunikasi menjadi hal yang penting. Komunikasi sebagai ilmu yang dapat diterapkan dalam hidup bermasyarakat, komunikasi telah lama menarik perhatian para ilmuwan dari luar bidang komunikasi sendiri, dalam peran penting dan fundamental serta kompleks dalam kehidupan manusia dan lingkungan/dunianya
.Komunikasi juga dipandang sebagai basis informasi, berpusat pada proses pesan dan terkonsentrasi pada teori komunikasi. Telah dijelaskan bahwa teori komunikasi melihat produksi dan penerimaan pesan, berfokus pada karakteristik individu dan proses. Teori-teori dikelompokan dalam tiga jenis. Pertama melibatkan penjelasan sifat, yang fokus pada karakteristik individu yang relatif statis dan cara karakteristik ini berhubungan dengan variabel lainnya. Anda akan cenderung untuk berkomunikasi dengan cara tertentu atau menghasilkan jenis pesan tertentu. Kedua teori produksi dan penerimaan pesan bergantung pada penjelasan perilaku. Ini cenderung berfokus pada jenis perilaku, bagaimana perilaku berkembang dan bagaimana perilaku tertentu terkait dengan perilaku, perasaan, pikiran dan sifat-sifat lainnya. Pendekatan ketiga melibatkan penjelasan kognitif yang mencoba untuk menangkap mekanisme dari pikiran. Teori-teori ini berfokus pada cara informasi diperoleh dan terorganisir, bagaimana memori digunakan, bagaimana orang memutuskan harus bertindak, bagaimana pesan dirancang untuk mencapai tujuan, dan sejumlah permasalahan serupa lainnya, Maka dibutuhkan persfektif sebagai  sudut pandang secara spesifik dan beragam dalam melihat suatu fenomena atau gejala tertentu yang hendak dikaji, dari berbagai-bagai unsur yang bisa membedakan sebuah teori satu dengan yang lain. Perspektif memungkinkan terjadinya perbedaan teori dalam mengkaji dan menafsirkan gejala gejala yang ada. perspektif lebih luas dalam memandang sesuatu, tidak hanya melihat dari asal-muasal katanya ( etimologi nya) tetapi mempertimbangkan berbagai hal yang ada sehingga pemahaman seseorang akan semakin komprehensif mengenai sesuatu.. Perspektif merupakan sebuah sudut pandang dalam mana sesuatu termasuk teori dan konsep komunikasi bisa dipaparkan secara lebih mendalam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  Perspektif menjadi penting dalam melihat dan mengkaji komunikasi secara lebih mendalam karena tidak mungkin ada sebuah perspektif tunggal dalam melihat komunikasi yang begitu luas. Oleh karena itu, kami akan membahas mengenai perspektif dalam teori komunikasi dengan lebih terperci

B.       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian perspektif & teori komunikasi?
2.      Bagaimana perspektif dalam teori komunikasi ?
3.      Apa konstribusi perspektif dalam teori komunikasi ?

C.       TUJUAN PEMBAHASAN
1.      Untuk mengetahui pengertian perspektif, teori komunikasi dan perspektif dalam teori komunikasi
2.      Untuk mengetahui keterkaitan dan hubungan antara perspektif dalam teori komunikasi
3.      Untuk mengetahui sejauhmana konstribusi perspektif dalam teori komunikasi

D.      MANFAAT PEMBAHASAN
Dengan penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat dalam menambah wawasan bagi penulis dan pembaca khususnya dalam mengetahui bagaimana perspektif dalam teori komunikasi , hubungan dan tujuannya  komunikasi.


BAB I
PEMBAHASAN


A.    1. Pengertian Perspektif
Perspektif pada hakikatnya adalah sudut pandang ( Andriani, 2013). Perspektif merupakan sudut pandang atau cara pandang kita terhadap sesuatu (USU,2013) yaitu Cara memandang yang kita gunakan dalam mengamati kenyataan untuk menentukan pengetahuan yang kita peroleh.Hal ini juga diungkapkan Indiwan ( 2010 ) bahwa Perspektif adalah sudut pandang secara spesifik dan beragam dalam melihat suatu fenomena atau gejala tertentu yang hendak dikaji dari berbagai-bagai unsur yang bisa membedakan sebuah teori satu dengan yang lain. Perspektif memungkinkan terjadinya perbedaan teori dalam mengkaji dan menafsirkan gejala gejala yang ada. Berkenaan dengan hal di atas, Andriani, (2013) juga menambahkan bahwa jika suatu perspektif atau pandangan adalah ‘realistis’, maka sebagian dari suatu fenomena yang sedang dilihat itu hilang dan yang lainnya adalah distorsi. Dengan kata lain setiap perspektif, pada taraf tertentu, kurang lengkap serta didistorsi, meskipun ia merupakan suatu yang amat ‘nyata’.
Nilai perspektif kita tidak terletak dalam nilai kebenarannya atau seberapa baik ia cerminkan realitas yang ada. Secara umum dapat dikatakan bahwa semua perspektif yang dapat diperoleh adalah benar dan mencerminkan realitas. Sejalan dengan itu, sebenarnya penulusuran kita adalah mencari perspektif yang dapat memberikan kepada kita konseptualisasi realitas yang paling bermanfaat bagi pencapai tujuan kita. Oleh karenanya, Indiwan ( 2010 ) menggambarkan bahwa berbedanya antar lingkaran, maka sudah berbeda pula pengertian yang terjadi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir0vd2WrnwCxFZ0e_xlMEaDtrdAvh58w_185uxo0xgFJiFDqmiwRNNnD4Gfpwf21zRh1HMDPdxLwhxy5Zan3mrqVJMaUTBu6sHkPftwSEjNYb9dpOSUKcSduVnV2sS4SmvbA7pxxiy9kVa/s320/perspektif+level.png
Dari apa yang diungkapkan oleh para ahli di atas, maka dapat dikatakan bahwa perspektif adalah sudut pandang secara spesifik dan beragam dalam melihat suatu fenomena atau gejala tertentu. Perspektif melihat sebuah fenomena yang berbeda-beda tergantung dari sudut mana kita melihatnya.
Ada 4 (empat ) sifat-sifat perspektif ( Andriani, 2013)
1.    Penentuan Relevansi
Perpektif yang dipakai orang untuk meninjau fenomena apapun tidak sedikit menentukan aspek apa dari fenomena itu yang dipandang penting atau relevan, dan sebaliknya, aspek mana yang kiranya kurang penting dan relevan.
2.    Ketertarikan pada Waktu dan Budaya
3.    Kemampuan untuk Saling Dipertukarkan
4.    Model dan Analogi
A.    2. Komunikasi secara teori
Teori adalah abstraksi dari realitas. Teori terdiri dari sekumpulan prinsip dan definisi yang secara konseptual mengorganisasikan aspek-aspek dunia empiris secara sistematis. Sedangkan Llittle John and Foss (2005: 4) mengatakan “ A Theory is a system of thought, a way of looking”. Jadi dapat disimpulkan teori merupakan konseptualisasi mengenai aspek dunia empirik tentang suatu fenomena, peristiwa atau gejala yang telah tersusun secara sistematis dengan penjelasan yang logis.
Karena teori adalah konstruksi ciptaan manusia secara individual, maka sifatnya relatif, dalam arti tergantung pada cara pandang si pencipta teori, sifat dan aspek yang diamati, serta kondisi-kondisi lain yang mengikat seperti waktu, tempat, dan lingkungan sekitar dimana teori tersebut di buat.


B.     Perspektif dalam teori komunikasi
Perspektif berdasarkan pada konteks komunikasi menekankan bahwa manusia aktif memilih dan mengubah aturan-aturan yang menyangkut kehidupannya. Agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik individu-individu yang berinteraksi harus menggunakan aturan-aturan dalam menggunakan lambang-lambang. Bukan hanya aturan mengenai lambang itu sendiri, tetapi juga harus ada aturan atau kesepakatan dalam hal berbicara, bagaimana bersikap sopan santun atau sebaliknya, bagaimana harus menyapa, dan sebagainya, agar tidak terjadi konflik atau kekacauan. Perspektif ini memiliki dua ciri utama:
1.      Aturan pada dasarnya merefleksikan fungsi-fungsi perilaku dan kognitif yang kompleks dari kehidupan manusia.
2.      Aturan menunjukan sifat-sifat dari keberaturan yang berbeda dari keberaturan sebab  akibat.
Para ahli penganut aliran evolusi mengemukakan bahwa dalam mengamati tingkah laku manusia, perspektif ini menunjuk tujuh unsur di mana masing-masing mempunyai penekanan yang berbeda dalam pengamatannya. Diantaranya:
1. Memfokuskan perhatiannya pada pengamatan tingkah laku sebagai aturan.
2. Mengamati tingkah laku yang menjadi kebiasaan.
3. Menitikberatkan perhatiannya pada aturan-aturan yang menentukan tingkah laku
4. Mengamati aturan-aturan yang menyesuaikan diri dengan tingkah laku.
5. Memfokuskan pengamatannya pada aturan-aturan yang mengikuti tingkah laku.
6. Mengikuti aturan-aturan yang menerapkan tingkah laku.
7. Memfokuskan perhatiannya pada tingkah laku yang merefleksikan aturan.
Dalam konteks komunikasi pemikiran perspektif juga menekankan bahwa tingkah laku manusia merupakan hasil atau refleksi dari penerapan aturan yang disepakati bersama.
Dalam hal ini ada empat proposisi yang diajukan:
1. tindakan-tindakan yang bersifat gabungan, kombinasi dan asosiasi merupakan ciri-ciri perilaku manusia.
2. Tindakan-tindakan di atas disampaikan melalui pertukaran informasi simbolis.
3. Penyampaian informasi simbolis menuntut adanya interaksi antarsumber, pesan, dan penerima yang sesuai dengan aturan komunikasi yang disepakati.
4. Aturan-aturan komunikasi ini mencakup pola-pola umum dan khusus.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar